Creative Learning Design | Parenting | Writing | Education

 

Makna Pergantian Tahun yang Kepo

January 1, 2013 . by . in Lain-lain . 0 Comments

Selamat jalan 2012, selamat datang 2013. Ringan diucapkan, tetapi mengandung konsekuensi yang demikian dalam. Apapun itu, mari kita mulai dari makna pergantian tahun yang kepo. Apa itu? Hari ini ingin menulis. Entahlah, yang jelas ingin menuliskan sesuatu seiring dengan bergantinya tahun, dari 2012 menjadi 2013. Kenapa? Karena tepat ketika tulisan ini diterbitkan di rudicahyo.com ini, telah terjadi pergantian tahun.

Buat aku pergantian tahun dari 2012 menjadi 2013 itu mengandung konsekuensi. Lebih mudahnya aku membagi menjadi dua konsekuensi yang menyertai pergantian tahun tersebut. Ada konsekuensi yang ringan dan ada konsekuensi mendalam. Apa itu?

Konsekuensi ringan adalah kesan emosi dengan intensitas ringan yang menyertai pergantian tahun tersebut. Berbagai ‘ornamen’ dan ‘asesoris’ pasti menyertai pergantian tahun tersebut, misalnya:

1. Pesta kembang api dan terompet

Buat sebagian orang, pergantian tahun adalah sesuatu yang berkesan, sehingga perlu dirayakan dengan kembang api dan ditiupnya terompet panjang, lama dan sesering mungkin. Ini seperti tutorial memasak saja hehe. Menyalakan kembang api dan meniupkan terompet itu terjadi hanya dalam waktu yang singkat, hanya beberapa jam saja.

2. Menyobek kalender lama dan menggantinya dengan yang baru

Pergantian tahun pasti disertai dengan alat penunjuk waktu yang baru. Yang dimaksud di sini kalender. Jadi tak perlu harus mengganti jam dinding atau jam tangan kita, kecuali kalau rusak hahaha.

‘Menyobek’ inipun lebih tepat jika diganti kata ‘mengganti’, karena jika kalendernya digital, tidak mungkin disobek. Ada yang pernah menyobek handphone atau tabletnya?

3. Merem dan ketika melek sudah ada di 2013 pagi hari

Buat sebagian orang, pergantian tahun sebenarnya adalah pergantian hari. Tak jauh beda dengan bergantinya senin menjadi selasa, rabu berubah kamis dan seterusnya. Karena itu, pergantian dari 2012 ke 2013 besok ini, sebenarnya adalah pergantian dari Senin 31 Desember menjadi hari Selasa 1 Januari. Itu saja.

4. Hanya selisih 1 (satu) angka antara 2012 dan 2013

Antara dua tahun tersebut sebenarnya hanya selisih satu angka. Itupun hanya angka paling belakang. Angka paling belakang kan bernilai satuan. Kalau yg berubah angka kedua, ketiga atau keempat dari belakang, baru jaraknya jauh. Itupun pengucapannya hampir sama, duaribu duabelas (2012) dan duarbu tigabelas (2013). Kalau kita bikin syair atau pantun, gampang sekali membentuk rimanya hahaha.

5. Desember 2012 mencicil hutang, maka Januari 2013 juga melakukan hal yang sama

Buat para cicilers atau para penggemar mencicil ketika melakukan pembelian, maka debet tiap bulan tidak bisa dihindari. Yang hanya bisa berubah adalah suku bunga. Itupun tergantung ketersampaian doa kita kepada Tuhan dan oleh Tuhan diteruskan kepada pengatur kebijakan moneter.

6. Ucapan selamat yang sama Kalau awal tahun lalu mengucapkan semat tahun baru, di Januari tahun ini juga akan mengucapkan hal yang sama, kecuali kalau dulu Kamu mengucapkan “Selamat tahun baru!”, sekarang diganti “Happy new year!” hehe.

 Makna Pergantian Tahun yang Kepo

Makna Pergantian Tahun (foto: colourbox.com)

Nah, itu tadi sisi ringannya dari pergantian 2012 menjadi 2013, karna emosi yang menyertai pergantian tahun memang punya intensitas yang kecil. Bagaimana dengan konsekuensi yang mendalam? Apa saja konsekuensi mendalam yang menyertai pergantian tahun 2012 menjadi 2013?

1. Buat pedagang kembang api dan terompet, saatnya panen penghasilan

Buat kita yang merayakan, mungkin menikmati kembang api dan meniup terompet adalah hal yang murah. Kenapa disebut murah? Karena ketika aku bilang ‘kembang api’ kata yang menyertainya adalah ‘menikmati’. Ini berarti kita tak harus membelinya, tetapi tinggal mengamati milik orang lain yang sedang dinyalakan. Namun ketika aku menyebut ‘terompet’, aku memakai kata ‘meniup’. Sudah jelas, kembang api lebih mahal daripada terompet.

Nah, fenomena tiup-meniup terompet ini ditangkap sebagai peluang bisnis oleh para pedagang kembang api dan terompet. Yang sering terjadi di kota-kota besar adalah didatang orang-orang dari daerah, khusus untuk jualan terompet. Bahkan diantara mereka ada yang berhari-hari tidak pulang. Mereka tidur di hotel, losmen atau penginapan? Tidak, mereka tidur di emperan. Miyapa? Miy rupiah tentunya.

2. Banyak kenangan manis dan pahit yang kita tandai di kalender yang kita sobek

Coba perhatikan kalender yang sering Kamu pakai, apalagi jika kalendernya digunakan untuk menjadwal pekerjaan. Ada banyak catatan di situ, mulai dari kopi darat dengan teman online yang sekarang sudah menjadi pasangan, menemui calong klien yang sekarang menjadi pelanggan yang loyal, waktu check up kesehatan atau berobat rutin, tanggal pernikahan yang diundurkan atau tidak jadi diselenggarakan dan sebagainya.

Tentu berbagai kenangan manis dan pahit itu tidak begitu saja hilang dengan menyobek kalendernya. Kecuali jika kita memutuskan untuk cuci otak atau menggantinya dengan yang kawe. Mau?

3. Ganti tahun saatnya memperbesar bonus dan promo

Apa ini berarti kita akan cuci gudang atau menyelenggarakan classic big sale? Tidak. Tak perlu repot-repot melakukan itu. Akhir tahun saatnya Kamu mengatakan, “Beli motor xxx di dealerku hari ini, gratis bensin sampai tahun depan”. Luar biasa kan bonusnya?

4. Satu angka selisi antara 2012 dan 2013 berarti 365,25 hari, 5 jam 48 menit, 45,1814 detik

Nah, kalau yang ini tidak perlu dijelaskan panjang lebar. Coba hitung sendiri saja, jika setahun 365 hari, maka itu berapa jam, berpaa menit, berapa detik? Ya, waktu itu seperti pedang, sekali tebas dan leher terpotong, tak mungkin disambung lagi. Padahal bukan seperti itu analoginya haha.

5. Paling tidak hutang kita berkurang beberapa bulan di 2012

Yang poin ini juga sudah jelas. Jika belom jelas, maka datangi orang yang Kamu hutangi, katakan, “Tahun baru ditandai dengan jam 00.00. Tahun baru kita hapus yang buruk dan kita mulai kebaikan. Tahun baru itu kita mulai lembar baru. Karena itu, jadikah hutangku padamu kosong-kosong. Hutang adalah sesuatu yang buruk buatku, maka mari kita hapuskan, karena itu adalah kebaikan buatku. Mari kita buka lebar baru, bakar bon hutangku dan kita pakai kertas yang baru”. Coba saja katakan itu. Oh iya, jika memungkinkan, kata yang dicoret, tidak usah diucapkan haha.

6. Tak pernah ada ucapan yang sama

Sebagian mungkin menjadikan ucapan selamat tahun baru sebagai ritual yang diulang-ulang. Namun kita bisa menambahnya menjadi lebih bermakna dengan tidak menjadikannya ritual ucapan tahunan yang sama. Minimal kita bisa mengucapkan “Selamat tahun baru 2013”. Kan kalau dulu ucapannya “Selamat tahun baru 2012” haha.

 Makna Pergantian Tahun yang Kepo

Makna Pergantian Tahun (foto: finewallpaperss.com)

Begitulah pergantian tahun dilihat dari sudut padang ringan dan mendalamnya makna yang terkandung di dalamnya. Apapun maknanya, yang penting kita punya resolusi yang liar luar biasa bertenaga. Apa makna pergantian tahun buat Kamu?

Makna Pergantian Tahun yang Kepo
0 votes, 5.00 avg. rating (0% score)
Tags:

Artikel tentang Lain-lain Lainnya:

by

Creative Learning Designer | Parenting Consultant | Writing Coach


 

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>